Friday, August 10, 2018

Masjid Kuno Berusia 3 Abad Ini Kokoh Diterjang Gempa Lombok


206NewsGempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR) dan susulan 6,2 SR memporakporandakan banyak bangunan. Namun hal itu tak berlaku bagi Masjid Kuno Bayan di Kampung Adat Bayan, Lombok Utara.

Masjid berusia 300 tahun itu masih tegak berdiri. Dari pantauan Antara, Jumat (10/8/2018), masjid yang berjarak 80 kilometer dari ibu kota Provinsi NTB, sama sekali tak mengalami kerusakan berarti.
Hanya pagar tembok terlihat berserakan diempas gelombang gempa yang berlangsung terus menerus. 

Masjid berdinding bambu, beratapkan kerangka bambu dan ditutup injuk serta berpondasikan batu.
Bangunan itu terlihat masih berdiri kokoh di atas gundukan bukit kecil. Demikian pula halnya dengan rumah adat di Kampung Adat Bayan yang tidak mengalami kerusakkan berarti.

Di Bayan Barat terdapat tiga lumbung padi dan 2 bruga (pendopo). Warga kampung adat juga tetap menghuni rumah yang terbuat dari bambu sera beratapkan ilalang.

"Alhamdulillah tidak ada yang rusak," kata Raden Kertamaji, penjaga rumah adat. Kerusakan hanya terjadi pada pagar tembok yang membatasi dengan jalan raya saja.

"Ini pagar tembok sedang dibersihkan," katanya.
Masjid kuno Bayan itu telah masuk bagian dari situs bersejarah karena berdiri pada abad ke-17. Saat ini diperkirakan usianya telah lebih dari 300 tahun.

Kecamatan Bayan adalah salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau tersebut. Masjid kuno Bayan dihormati oleh pemeluk Agama Islam Wetu Telu.

Saturday, August 4, 2018

Berjibaku Bersihkan Sungai Ciliwung


Taipan99 -  Sebanyak 500 karung plastik berisi sampah diangkat dari Sungai Ciliwung, Kota Bogor. Sampah itu merupakan hasil aksi bersih sungai yang digelar Pemerintah Kota Bogor bersama swasta, Sabtu 4 Agustus 2018.


Aksi bersih Sungai Ciliwung itu terkait Hari Sungai Nasional yang jatuh pada 27 Juli, melibatkan 200 orang.

Sampah-sampah organik dan nonorganik ini dikumpulkan dari Sungai Ciliwung dalam jarak kurang lebih satu kilometer, mulai dari sebelum Jembatan Sempur sampai ke Jembatan Gantung Lebak Kantin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Elia Buntang menyebutkan, peran swasta dalam menjaga lingkungan sangat diperlukan, terutama Sungai Ciliwung yang memiliki arti penting tidak hanya bagi warga Bogor, tetapi warga Depok dan Jakarta sebagai wilayah hilir.

"Kebersihan lingkungan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak, yakni masyarakat dan swasta," kata Elia seperti dilansir Antara.

500 karung yang berkapasitas 20 kg terisi berbagai macam sampah dari Sungai Ciliwung, mulai sampah plastik, sterofoam, kain, dan sampah organik lainnya dan diangkut menuju tempat pembuangan akhir menggunakan sejumlah truk pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan Kota Bogor.






Search This Blog

Powered by Blogger.